⛰️

Rinjani Trekking Center

Menyiapkan Petualangan Rinjani Anda…

+6285337511869 info@rinjanitrekkingcenter.com

Berita Update

Menuju Rinjani Zero Waste 2025 - Tidak ada lagi air minum kemasan plastik

By Putu Puspa Negara 25 Februari 2025

Hitung mundur menuju dibukanya kembali Taman Nasional Gunung Rinjani. Sesuai rencana, Taman Nasional akan dibuka kembali mulai 3 April 2025. Semua persiapan sedang dilakukan termasuk program "Rinjani Zero Waste"

Selasa, 25 Februari 2025 di Desa Sembalun, Pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani mengundang seluruh penyelenggara pendakian dan pemangku kepentingan untuk mensosialisakikan program ini termasuk barang-barang apa saja yang tidak boleh lagi dibawa ke Gunung Rinjani.

Rinjani Zero Waste program di harapkan dapat menajadi solusi untuk mengurangi sampah di Kawasan Gunung Rinjani yang selama ini dikeluhkan berbagai pihak. Berikut barang-barang yang rencananya akan dilarang untuk dibawa ke Gunung Rinjani.

1. Air Minum dalam kemasah botol

Bottle plastik dari kemasan air minum menjadi salah satu sampah yang banyak di tinggalkan di Gunung Rinjani oleh para pendaki. Sifatnya yang susah terurai tentu sangat berbahaya bagi lingkungan dan menggangu keindahan alam.
Mulai pembukaan pendakian tahun ini, botol plastik dari air minum kemasan tidak boleh lagi dibawa mendaki. Sebagai solusi, para pendaki harus mengunakan bottle yang dapat dipakai berkali-kali dan dapat disi ulang. Supply air untuk isi uang dapat di bawa dari desa menggunakan wadah yang kebih besar seperti jerigen.

Banyak trek organizer yang menolak kebijakan ini, karena mengkhawatirkan bebrapa tamu yang tidak nyaman meminum air yang bukan kemasan langsung dari pabrik. Taman Nasional menganggap kebijakan ini harus di terapkan dan tentu akan ada evaluasi untuk mencari formula yang terbaik.

2. Bungkus utama mie instant

Sebagai salah satu jenis sampah yang banyak di Gunung Rinjani, bungkus utama mie instant juga akan di larang di bawa. Pengunjung di harapkan mewadahkan ulang mie instant menggunakan wadah lain yang dapat di gunakan berulang-ulang. Sementara bungkus bumbu mie instant masih dapat dibawa naik gunung.

3. Minuman/Makanan kaleng
Segala bentuk minuman atau makanan dengan wadah kaleng juga tidak diperbolehkan untuk di bawa.

4. Stairoform
Selaga bentuk makanan yang di bungkus dengan stairoform tidak diizinkan untuk dibawa ke Gunung. Umumnya mie instant dengan wadah stairofom seling dibawa oleh pendaki dan ditinggalkan begitu saja di Gunung. Trairoform adalah jenis sampah yang tidak dapat di urai oleh tanah segingga benar-benar dapat mencemari lingkungan.

5. Minyak goreng botol
Sala halnya dengan air minum dalam kemasan botol, minyak goreng juga harus mengunakan botol yang dapat digunakan berulang-ulang.

6. Pembungkus plastik.
Berbagai bahan makanan atau peralatan yang selama ini dibungkus plastik, wajib mengunakan kontainer yang dapat digunakan berulang-ulang. Mulai dari pembungkus bumbu, margarin, kopi, teh dan sebagainya.

Masih ada banyak barang-barang yang berpotensi sampah di Gunung Rinjani, namun akan sulit jika dilakukan pewadahan ulang atau mengganti wadahnya seperti Gas kaleng untuk masak, minuman bersoda, dll. Balai taman nasional akan memasukan daftar barang-barang yang tidak dapat di ganti wadahnya ini ke dalam aplikasi eSampah agar terdata sehingga dapat dikontro dan dipastikan dibawa keluar kembali oleh pendaki.

Meskipun program ini memiliki banyak kebaikan untuk Rinjani, namun banyak dari trek organizer mengarapkan balai taman nasional Gunung Rinjani mempertimbangkan solusi yang lebih baik, karena program ini akan menambah beban biaya pendakian dan berat barang yang harus di bawa oleh porter. Salah satu yang disarankan adalah menugaskan petugas di berbagai pos pendakian untuk memastikan para pendaki tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, para trek organizer juga menyarankan membuat daftar perioritas sampah terbanyak yang ditinggalkan oleh pendaki di Gunung Rinjani dan menyelesaikan masalah sampah mulai dari sampah terbanyak terlebih dahulu.

Dari berbagai masukan yang diberikan, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengatakan akan melakukan kajian lanjutan dan akan melakukan diskusi lanjutan bersama para pemangku kepentingan guna mendapatkan formula terbaik, namun demikian para treo oranizer diharapkan mempersiapkan diri untuk menyesuaikan dengan program Rinjani Zero Waste yang sudah pasti akan dilaksanakan mulai dengan tanggal 3 April 2025.

Explore
Chat