Menyiapkan Petualangan Rinjani Anda…
Taman Nasional Gunung Rinjani terkadang ditutup karena alasan keamanan atau konservasi, seperti hujan lebat, pemeliharaan jalur, aktivitas vulkanik, atau operasi penyelamatan darurat. Di bawah ini Anda dapat menemukan pembaruan resmi terbaru dan arsip lengkap pengumuman sebelumnya.
Terakhir Diperbarui:
Taman Nasional Gunung Rinjani saat ini dibuka untuk trekking secara terbatas menyusul kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan Indonesia untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau 2026.
Kebijakan ini didasarkan pada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) No. SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026, tanggal 31 Agustus 2026, tentang penutupan sementara dan pembukaan terbatas kegiatan pendakian gunung di kawasan konservasi untuk mencegah kebakaran hutan.
Kebijakan ini berlaku mulai 1 September 2026.
Tidak. Gunung Rinjani tidak ditutup sepenuhnya.
Di bawah kebijakan nasional yang baru, Taman Nasional Gunung Rinjani termasuk di antara kawasan konservasi di mana kegiatan trekking dibuka secara terbatas, dengan pemantauan dan pembatasan yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kebakaran hutan.
Pemerintah telah menerapkan langkah-langkah yang berbeda untuk berbagai kawasan gunung tergantung pada tingkat risiko kebakarannya. Beberapa kawasan berisiko tinggi ditutup sementara, sementara Gunung Rinjani termasuk dalam kategori pembukaan terbatas.
Ini berarti trekking dapat terus berlangsung, tetapi akses dan penerbitan tiket tunduk pada peraturan terbaru dari otoritas Taman Nasional.
Berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), layanan pemesanan tiket trekking Rinjani secara online akan tetap tersedia hanya untuk periode terbatas.
Informasi terkini yang diberikan oleh TNGR adalah:
Oleh karena itu, pendaki yang telah memiliki tiket trekking yang diterbitkan dan dibayar dapat melanjutkan trek yang direncanakan, dengan tunduk pada peraturan Taman Nasional yang berlaku dan kondisi keselamatan.
Penting: Ketersediaan tanggal trekking tidak sama dengan memiliki tiket trekking yang diterbitkan. Pendaki harus memastikan bahwa pemesanan mereka telah diselesaikan dengan benar dan tiket telah diterbitkan oleh sistem Taman Nasional.
Kebijakan baru ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau.
Selama kondisi kemarau yang berkepanjangan, vegetasi, daun-daun kering, rumput, dan bahan alami lainnya di sekitar jalur gunung dapat menjadi sangat mudah terbakar. Aktivitas manusia di area ini dapat meningkatkan risiko kebakaran yang tidak disengaja.
Menurut Kementerian Kehutanan, status kawasan trekking ditentukan melalui penilaian risiko yang mempertimbangkan faktor-faktor termasuk kerentanan kawasan, akumulasi bahan mudah terbakar kering, potensi dampak ekologis, dan kemampuan untuk mengendalikan serta merespons kebakaran di lapangan.
Kebijakan pembukaan terbatas ini adalah langkah pencegahan yang dirancang untuk menyeimbangkan keselamatan pengunjung, perlindungan lingkungan, dan akses terkendali ke gunung.
Bagi pengunjung yang berencana mendaki Gunung Rinjani, situasi saat ini berarti:
Gunung Rinjani tetap dapat diakses untuk trekking di bawah kebijakan pembukaan terbatas. Namun, trekking tunduk pada instruksi terbaru dan keputusan operasional dari otoritas Taman Nasional.
Berdasarkan pemberitahuan terbaru dari TNGR, pemesanan online saat ini dapat diselesaikan hingga: 2 September 2026 – 23:59 WITA. Setelah batas waktu ini, pemesanan online baru mungkin tidak lagi tersedia sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Pemesanan trekking yang telah diselesaikan dan dibayar dengan benar dalam periode yang diizinkan akan terus dilayani sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Status pembukaan terbatas tidak bersifat permanen. Otoritas Taman Nasional dan pemangku kepentingan terkait akan terus mengevaluasi situasi, terutama risiko kebakaran dan kondisi di lapangan. Perubahan lebih lanjut dapat diumumkan tergantung pada hasil evaluasi tersebut.
Semua pendaki sangat didorong untuk membantu melindungi Gunung Rinjani selama periode ini. Pengunjung harus:
Mencegah kebakaran hutan adalah tanggung jawab bersama. Bahkan sumber api kecil dapat menjadi berbahaya dalam kondisi yang sangat kering.
Jika Anda merencanakan trekking ke Gunung Rinjani selama periode ini, kami sarankan untuk memeriksa status tiket dan operasional terbaru sebelum membuat pengaturan perjalanan Anda.
Jika Anda sudah memiliki tiket trekking yang diterbitkan, trek Anda pada umumnya dapat berjalan sesuai dengan pemesanan dan peraturan terbaru dari TNGR.
Jika Anda belum mendapatkan tiket yang diterbitkan, harap sadari bahwa ketersediaan tiket baru saat ini terbatas dan layanan pemesanan online dapat dihentikan setelah batas waktu yang diumumkan.
Di Rinjani Trekking Center, kami akan terus memantau pembaruan resmi dari otoritas Taman Nasional dan akan memberi tahu tamu kami tentang perubahan signifikan yang mempengaruhi trek mereka.
Status: 🟡 PEMBUKAAN TERBATAS
Gunung Rinjani saat ini dibuka untuk trekking secara terbatas. Akses trekking tetap tunduk pada ketersediaan tiket, peraturan Taman Nasional, kondisi keselamatan, dan evaluasi lebih lanjut oleh otoritas.
Pembaruan resmi terakhir:
Untuk informasi terbaru mengenai pemesanan spesifik Anda atau tanggal trekking, silakan hubungi Rinjani Trekking Center sebelum bepergian ke Lombok.