Tahun baru saja dimulai, namun Anda mungkin sudah merasakan stres di tempat kerja. Tenggat waktu yang ketat dan waktu perjalanan yang panjang sudah lebih dari cukup untuk menguras energi Anda. Anda mulai merasa bahwa menghabiskan akhir pekan di kota tidak lagi menyegarkan. Jika hal itu terdengar familiar, trekking bisa menjadi salah satu pilihan terbaik.
Berbagai studi menunjukkan bahwa beraktivitas di luar ruangan baik untuk menyegarkan pikiran dan meredakan stres. Berjalan aktif di alam dapat mengurangi kecemasan dan memberikan ketenangan pikiran. Aktivitas ini juga memberikan manfaat fisik yang luar biasa. Sebagai contoh, perempuan lanjut usia dengan obesitas yang melakukan trekking secara rutin selama 12 minggu akan memperoleh sejumlah hasil positif yang signifikan.
Hasilnya adalah berat badan yang menurun dan daya tahan otot yang meningkat. Aktivitas ini juga menjadi kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan keterampilan sosial Anda jika dilakukan bersama teman atau bahkan orang yang baru dikenal. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang berjalan di alam, seperti berbagai jenisnya dan perbedaannya dengan hiking. Terus gulir ke bawah!
Apa itu trekking?
Trekking adalah salah satu jenis aktivitas berjalan jarak jauh yang biasanya dilakukan di alam dan berlangsung lebih dari satu hari. Aktivitas luar ruangan ini umumnya memilih kawasan pegunungan yang memiliki medan menantang, seperti jalur berbatu dan tanjakan curam. Para pejalan kaki dengan sengaja memilih tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Terdapat beberapa kategori dalam aktivitas ini. Selain lokasi, Anda dapat memilih kategori berjalan di alam sesuai dengan tingkat kemampuan, tujuan, dan iklim. Simak ringkasan penjelasannya di bawah ini!
-
Day trek: Pilihan yang ramah bagi pemula dan dapat diselesaikan dalam satu hari.
-
Multi-day trek: Membutuhkan stamina ekstra karena berlangsung selama beberapa hari, bahkan berminggu-minggu, dengan kemungkinan berkemah atau menginap di penginapan sederhana.
-
Easy trek: Cara terbaik untuk memulai trekking adalah melalui jalur yang jelas dan tanjakan yang landai.
-
Moderate trek: Anda perlu berlatih terlebih dahulu karena aktivitas ini membutuhkan energi lebih dengan jarak yang lebih panjang dan medan yang lebih curam.
-
Hard-level trek: Trekking tingkat lanjut yang melibatkan ketinggian tinggi, medan berat, dan risiko yang lebih besar.
-
Snow/winter: Dilakukan di kondisi bersalju atau es dan membutuhkan perlengkapan khusus, seperti crampon dan pakaian berlapis.
-
Monsoon/rain: Waspadai jalur yang licin dan permukaan basah jika memilih kategori ini.
-
Adventure: Peserta mencari sensasi dan tantangan; mereka siap menyeberangi sungai atau menggunakan tali untuk menuruni lereng curam.
Perbedaan antara trekking dan hiking
Kedua aktivitas ini sering muncul dalam pikiran ketika seseorang merencanakan kegiatan luar ruangan. Faktanya, orang dari berbagai kelompok usia semakin tertarik mencoba salah satu aktivitas tersebut demi mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih autentik. Di Indonesia, misalnya, tren wisata petualangan terus mengalami peningkatan.
Indikator positif ini terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap hiking dan perlengkapan luar ruangan. Media sosial menjadi salah satu pendorong utama tren ini. Sebagian dari Anda mungkin menggunakan istilah “trekking” dan “hiking” secara bergantian. Namun, keduanya sebenarnya memiliki perbedaan utama. Simak penjelasannya di bawah ini!
Durasi
Perbedaan utama terletak pada durasi aktivitas. Hiking relatif singkat, mulai dari beberapa jam hingga satu hari. Hal inilah yang membuat hiking lebih cocok bagi mereka yang memiliki waktu terbatas. Sementara itu, trekking umumnya membutuhkan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu untuk menyelesaikan satu jalur penuh.
Jarak
Meskipun tidak ada aturan jarak yang pasti, hiking umumnya melibatkan rute yang pendek. Sebagai contoh, jalur hiking santai atau pemula berkisar antara 3 hingga 8 kilometer. Trekking, di sisi lain, mencakup jarak yang lebih panjang. Untuk tingkat mudah, misalnya, jaraknya bisa mencapai 5 hingga 10 kilometer per hari.
Medan
Medan hiking memiliki jalur yang ditandai dengan jelas, sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu ekstra untuk mencari jalur. Jalur tersebut juga terawat dengan baik dan bebas dari semak-semak yang menghalangi. Hal ini berbeda dengan medan trekking yang umumnya lebih terjal dan kurang memiliki penanda. Medan yang menantang inilah yang membuat aktivitas ini begitu menarik.
Perlengkapan
Anda tidak perlu membeli tas khusus bermalam atau tongkat jalan untuk hiking. Aktivitas ini membutuhkan perlengkapan minimal, seperti sepatu hiking, ransel, dan jaket hujan. Ransel berkapasitas 15–30 liter sudah cukup untuk hiking harian. Untuk trekking, Anda memerlukan perlengkapan tambahan, seperti tenda, sleeping bag, dan ransel berkapasitas 40–70 liter.
Mari trekking dengan aman dan menyenangkan bersama Rinjani Trekking Center!
Berjalan aktif di alam sekitar Gunung Rinjani merupakan salah satu aktivitas wajib jika Anda mencari pengalaman yang menantang sekaligus mengubah hidup. Tidak hanya menyegarkan pikiran, tur ini juga akan menghubungkan Anda dengan alam secara lebih mendalam. Mengikuti aktivitas ini tidak akan terasa merepotkan jika Anda bermitra dengan agen tur terbaik, seperti Rinjani Trekking Center.
Tim kami adalah sekelompok pendaki gunung yang berpengalaman, berdedikasi, dan penuh semangat untuk berbagi pengalaman autentik dengan para pecinta alam dari Indonesia maupun mancanegara. Kami telah menangani berbagai klien dengan kebutuhan yang beragam, mulai dari akomodasi hingga transportasi. Layanan kami dibangun melalui pengalaman bertahun-tahun. Jadi, tunggu apa lagi? Rencanakan perjalanan Anda bersama kami hari ini!
English
Indonesia
French
Dutch
Thai
Chinese