Hiking atau trekking bukanlah aktivitas berjalan santai sehari-hari. Mengikuti perjalanan hiking mengharuskan Anda melewati medan yang tidak rata. Durasi perjalanan bisa berlangsung selama berjam-jam atau bahkan beberapa hari. Hal ini membuat konsumsi energy bar di sepanjang perjalanan menjadi penting karena dapat memberikan perbedaan besar pada pengalaman Anda. Camilan ini menyediakan energi dan protein cepat yang Anda butuhkan kapan saja tanpa harus membongkar tas overnight Anda.
Para pendaki gunung atau pejalan kaki biasanya meletakkan granola bar di bagian depan, kanan, atau kiri ransel. Dengan cara ini, mereka dapat dengan mudah mengambil camilan sambil berjalan di jalur trekking. Energy bar juga bisa dibagikan dengan sesama pendaki. Saat ini, berbagai macam protein bar tersedia baik di pasar offline maupun online.
Terkadang, memilih mana yang paling sehat untuk dikonsumsi bisa membingungkan. Artikel ini akan menjelaskan manfaat camilan ini untuk aktivitas luar ruang. Anda juga akan menemukan informasi tentang bahan, jenis, serta tips memilih energy bar yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Tetap simak!
Apakah energy bar baik untuk Anda?
Ya, energy bar bisa bermanfaat karena banyak di antaranya menyediakan karbohidrat, protein, dan lemak selama aktivitas luar ruang. Semua nutrisi tersebut penting untuk memastikan tubuh Anda tetap kuat selama berjalan berjam-jam melintasi berbagai medan, termasuk tanjakan dan jalur berbatu. Terkadang, saat bepergian dalam kelompok, Anda tidak bisa makan di mana saja. Tidak semua titik di jalur cocok untuk membongkar tas dan mengeluarkan makanan.
Inilah yang membuat protein bar sangat membantu. Karena mudah diambil, Anda tidak perlu menghabiskan waktu tambahan untuk makan camilan cepat. Anda bisa melanjutkan perjalanan sesuai dengan rencana. Sebagian besar energy bar juga termasuk dalam lebih dari satu kategori, tergantung bahan dan tujuannya. Berikut beberapa jenis bar yang umum dibawa oleh para trekker:
Energy bar berbasis karbohidrat: sebagian besar mengandung oat, madu, dan buah kering
Bar seimbang protein dan karbohidrat: mengombinasikan karbohidrat dan protein sedang, seperti kacang, biji-bijian, serta whey atau protein nabati
Bar tinggi lemak dan kalori: mengandung banyak lemak dari kacang, selai kacang, dan kelapa
Meal replacement bar: mencampurkan karbohidrat, protein, dan lemak
Bar buah dan kacang: menggunakan buah kering dan kacang sebagai bahan utama
Performance bar: mengandung karbohidrat, campuran elektrolit, dan garam
Poin utama untuk memilih energy bar terbaik bagi Anda
Sebagai penegasan, ada banyak merek yang tersedia di pasaran. Tanpa pengetahuan yang cukup, Anda mungkin mengira semua produk tersebut cocok untuk aktivitas luar ruang Anda. Dalam hal ini, energy bar harus benar-benar memberikan apa yang Anda butuhkan selama petualangan tanpa menimbulkan masalah, seperti gangguan pencernaan.
Anda bisa mengalami kembung atau mual jika mengonsumsi granola bar dengan serat berlebihan dan pemanis buatan. Selain itu, mengonsumsi energy bar rendah kalori dapat menyebabkan pusing. Masalah lain adalah camilan yang terlalu asin atau tinggi protein, yang dapat memicu sakit kepala. Bagaimana cara menghindari masalah tersebut? Tips berikut dapat membantu Anda memilih!
Memilih energy bar dengan 200–400 kalori
Setiap jam, seorang pendaki biasanya membakar antara 300 hingga 600 kalori. Angka tersebut bisa lebih besar jika perjalanan melibatkan banyak pendakian. Mengonsumsi 200 hingga 400 kalori dari protein bar akan menjaga energi Anda tetap stabil tanpa harus makan besar. Anda dapat memeriksa jumlah kalori pada tabel informasi gizi di kemasan produk.
Memastikan camilan mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sehat
Energy bar yang baik sebaiknya mengombinasikan karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Dengan begitu, camilan tidak hanya memberikan energi cepat tetapi juga membantu mengendalikan rasa lapar selama beberapa jam. Lalu, bagaimana cara mengetahuinya? Pilih produk yang mengandung setidaknya 30 gram karbohidrat dan 5 gram protein dalam satu bar. Untuk lemak sehat, pastikan produk menggunakan kacang, biji-bijian, atau selai kacang sebagai sumbernya.
Memilih bahan makanan utuh
Mengonsumsi protein bar dengan bahan alami lebih baik bagi kesehatan dibandingkan yang berbahan kimia. Contoh bahan makanan utuh adalah kacang asli, oat, biji-bijian, dan buah-buahan. Hindari camilan yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi, pemanis buatan, dan minyak terhidrogenasi karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Menghindari energy bar dengan gula berlebihan
Granola bar dengan gula olahan berlebihan dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan energi secara cepat. Saat Anda mengonsumsi gula yang mudah dicerna, tubuh akan merasakan lonjakan energi sesaat. Namun, setelah itu tubuh akan terasa lelah, pusing, dan lemah. Untuk menghindarinya, pilih camilan dengan pemanis alami seperti madu atau buah kering.
Ciptakan perjalanan outdoor yang aman dan berkesan bersama Rinjani Trekking Center
Mengonsumsi energy bar bergizi merupakan tips sederhana namun penting untuk memastikan perjalanan hiking Anda di sekitar Gunung Rinjani berjalan dengan aman. Bersama Rinjani Trekking Center, Anda juga akan mendapatkan panduan praktis mengenai nutrisi, keselamatan, dan persiapan trekking. Agen wisata ini dengan senang hati memberikan berbagai tips untuk menjamin keamanan dan kenyamanan Anda selama petualangan.
Selain itu, agensi ini terdiri dari para pendaki dan staf profesional yang berpengalaman. Mereka telah menangani berbagai kebutuhan wisatawan lokal maupun internasional. Layanan mereka didorong oleh passion untuk memberikan pengalaman liburan terbaik bagi semua wisatawan. Pesan paket Anda atau hubungi mereka melalui situs ini sekarang juga!
English
Indonesia
French
Dutch
Thai
Chinese